IPTEK DALAM LINGKUNGAN HIDUP
1.
Pengertian Lingkungan Hidup dan IPTEK
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan,
dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi
kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Ilmu adalah suatu pemahaman tentang suatu pengetahuan, yang memiliki fungsi
untuk mencari, menyelidiki, dan menyelesaikan suatu hipotesis. Ilmu juga
merupakan suatu pengetahuan yang teleh teruji kebenarannya. misalnya,
pengetauan tentang sikap dan prilaku manusia sebagai mahluk sosial, kemudian
pengetahuan itu di selidiki oleh para ahli menggunakan metode-metode tertentu,
dan ternyata pengetahuan tersebut memang benar bahwa manusai itu mahluk sosial,
maka dari itu pengetahuan tersebut dikatakan sebagai ilmu yaitu ilmu sosial.
Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui atau disadari seseorang yang
didapat dari pengalamannya. pengetahuan tidak bisa dikatakan sebagai sebuah
ilmu karena kebenarannya belum teruji. Pengetahuan muncur dikarenakan seseorang
menemukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilihatnya.
Teknologi merupakan suatu penemuan melalui proses metode ilmiah untuk
mencapai tujuan yang maksimal. teknologi juga dapat diartikan sebagai sarana
manusia untuk menyediakan kebutuhan. Teknologi adalah penggunaan pengetahuan
ilmiah untuk meningkatkan cara untuk melakukan sesuatu. cara di mana kualitas
hidup manusia ditingkatkan dengan pengenalan produk baru yang memiliki
keterkaitan dengan kehidupan, masyarakat, dan lingkungan. Misalnya dengan
menggunakan pengetahuan ilmiah untuk menciptakan mesin atau perangkat untuk
membuat hal-hal agar suatu pekerjaan mudah untuk dilakukan.
Teknologi dalam perkembangannya
terdiri atas teknologi transportasi, komunikasi, dan produksi. Teknologi
transportasi terdiri atas transportasi darat, air, dan udara. Ketiga jenis
transportasi tersebut mengalami perkembangan mulai dari trasportasi yang
menggunakan tenaga manusia hingga sekarang menggunakan tenaga mesin. Teknologi
produksiyang digunakan oleh manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam sudah
mengalami perkembangan mulai dari teknologi produksi makanan, pakaian, bahan
bangunan, dan lainnya. Sedangkan pada teknologi komunikasi mengalami
perkembangan yang pesat sekali terdiri atas handphone, laptop, komputer,
internet, televisi, dan kamera digital.
Lingkungan hidup adalah segala
sesuatu yang berada di sekitar kita, yang memberi tempat dan bahan-bahan untuk
kehidupan. Segala sesuatu itu disebut komponen lingkungan, ada yang bersifat
abiotik, ada pulayang biotik termasuk manusia dengan segala perilakunya. Di
lingkungan sekitar kita, banyak sekali terdapat unit-unit yang merupakan tata
kesatuan yang saling terkait antara komponen satu dengan yang lain. Kesatuan
itu dikenal dengan istilah “ekosistem”. Keterkaitan atau interaksi tersebut
terjadi antara makhluk-makhluk hidup iu sendiri maupun dengan lingkungannya.
Kemajuan teknologi telah mendorong manusia untuk mengubah alam dan membuat
hal-hal baru. Melalui teknologi sesuatu yg dulu tidak mungkin kita lakukan
sekarang menjadi mungkin untuk dilakukan, sesuatu yang susah dikerjakan menjadi
mudah dikerjakan. Telah banyak dampak lingkungan yang muncul akibat teknologi,.
Teknologi dianggap mengekploitasi lingkungan. Namun teknologi juga dikembangkan
manusia untuk mengelola lingkungan guna untuk pelestarian alam, diantaranya
diwujudkan dalam :
1. Limbah ternak untuk pupuk (kompos). Sampah dimanfaatkan menjadi gas bio yang berguna untuk keperluan memasak,
penerangan, dan tenaga gerak.
2. Dengan detoksifikasi surya yaitu sistim
pengolahan air yang terkontaminasi dengan memanfaatkan panas
matahari/ultraviolet sehingga menghasilkan air yang bersih.
3. Dalam bidang komunikasi (radio,TV,
telephone, handphone, internet) sehingga penggunaan waktu lebih efisien dan
cepat mendapatkan informasi.
4. Dapat mendatangkan kemudahan hidup dengan
adanya kalkulator, alat rumah tangga elektrolik, pesawat terbang, kereta api,
dan sebagainya.
5. Pada bidang pertanian (traktor, alat pemotong
padi, pupuk buatan) menjadi lebih efektif dan efisien dan meningkatkan
produktivitas pertanian dengan teknik mutasi buatan dapat menghasilkan buah
buahan yang besar tidak berbiji (contoh buah semangka tanpa biji).
Dengan demikian, ilmu pengetahuan
dan teknologi (iptek) adalah suatu ilmu yang berorientasi pada pemenuhan
kebutuhan manusia.
2.
Jenis-jenis IPTEK Menurut Bidangnya
a.
Iptek
Bidang Energi
Tidak bisa disanggah lagi kalau diera kini, segala
aktivitas yang dilakukan masyarakat modern sangat ketergantungan kepada
ketersediaan energy. Hampir disemua sector kegiatan,
energy menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar lagi. Oleh karena itu
penggunaan iptek akan sangat terkait dengan kecukupan ketersediaan bidang
energy.
b.
Iptek
Bidang Sumber Daya Alam
Teknologi yang dikembangkan untuk menjaga sumber daya
alam yang terdapat di lingkung sekitar kita agar terkelola dengan baik serta
menjaga kualitan dan kuantitasnya sampai jangka waktu yang panjang.
c.
Iptek
Bidang Industri
Teknologi yang dijalankan dengan proses produksi, yang
mana industry wajib menerapkan produksi bersih untuk memanimalisasi dan
mengendalikan limbah yang terbentuk. Dapat dilakukan dua cara mengendalikan
bahan baku dan hasil produksi dengan mengurangi jumlah bahan berbahaya dan
beracun; mengendalikan proses produksi seefesien mungkin, baik dalam pemakaian
energy ataupun bahan baku yang berdampak pada biaya operasional dan kualitan
produk.
d. Iptek Bidang
Pertanian
Penggunaan teknologi dalam pertanian adalah berkaitan
dengan pemuliaan, bioteknologi, budidaya organic, pengolahan industry hilir,
penanganan dan pemanfaatan limbah, tataguna air dan teknologi informatika untuk
pemasaran.
e. Iptek Bidang Kesehatan
Iptek yang mencakup usaha
peningkatan pelayanan kesehatan, bidang farmasi, dan keluarga berencana. Salah
satunya memanfaatkan iptek nuklir dalam bidang kesehatan.
3. Perkembangan IPTEK
saat ini
Perkembangan IPTEK
di era sekarang ini sangat pesat, apapun itu pasti dihubungkan dengan
teknologi, dimulai dari kita bangun tidur karena mendengar suara adzan dari
masjid sana, suara itu keras hingga terdengar oleh orang sekitar berkat adanya
teknologi, kita mandi menggunakan kran air, itu teknlogi, kita sarapan nasi
hangat dari sebuah alat canggih yang bernama magic com, itu teknologi, kita
berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor atau mobil, itu teknologi, kita
berkomunikasi dengan orang yang jauh di sana menggunakan handphone, internet,
televisi, atau semacamnya, itu pun berkat adanya teknologi.
4. Dampak Positif dan Negatif yang Ditimbulkan dengan Adanya IPTEK
Dampak positif dan dampak
negative dari perkembanganteknologi dilihat dari berbagai bidang :
a. Bidang informasi dan komunikasi
Dalam bidang informasi dan
komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita
rasakan dampak positifnya antara lain :
1) Kita akan lebih cepat mendapatkan
informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui
internet
2) Kita dapat berkomunikasi dengan
teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone, dll.
b. Bidang ekonomi dan industri
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat
pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat
positifnya antara lain :
1) Pertumbuhan ekonomi yang semakin
tinggi
2) Terjadinya industrialisasi
3) Produktifitas dunia industri
semakin meningkat
c. Bidang sosial dan budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa
kita lihat :
1) Meningkatnya rasa percaya
diriKemajuan ekonomi di negara-negara. Asia melahirkan fenomena yang menarik.
Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan
ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan
semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan
bangsa-bangsa Asia.
2)
Tekanan,
kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi
globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
Meskipun demikian kemajuan
teknologi akan berpengaruh negatip pada aspek budaya :
1) Kemerosotan moral di kalangan
warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan
ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan
material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam
materi tetapi miskin dalam rohani, dll.
d. Bidang pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam
bidang pendidikan antara lain :
1) Munculnya media massa, khususnya
media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini
adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
2) Munculnya metode-metode
pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses
pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang
membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut
dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
IPTEK
DAN LINGKUNGAN HIDUP
1.
Hubungan antara Pengelolaan Lingkungan
Hidup dengan IPTEK
Berdasarkan UU No. 23 tahun 1997,
pengelolaan lingkungan hidup diartikan sebagai upaya terpadu untuk melestarikan
fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatab,
pengembangan pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan
hidup.
Untuk memahami lingkungan hidup dan
permasalahannya, dibutuhkan ilmu pengetahan (sains) dan teknologi. Sains
berasal dari bahasa Latin yang berarti “mengetahui”, namun tidak hanya
diartikan sekadar “mengetahui”, tetapi pengetahuan ini diatur dengan cara
metodis, logis, dan sistematis.
Metodis :
Pengetahuan diperoleh dengan menggunakan cara kerja yang terperinci dan telah
ditentukan sebelumnya.
Logis : Artinya,
proposisi-proposisi (pernyataan) yang satu dengan yang lainnya mempunyai hubungan
rasional sehingga dapat ditarik keputusan yang rasional pula.
Sistematis : Pengetahuan tersebut merupakan satu
kesatuan yang mandiri dari hal-hal yang saling berhubungan sehingga dapat
dipertanggungjawabkan.
Suatu ilmu pengetahuan diperoleh melalui langkah-langkah
sistematis sebagai berikut :
1.
Perumusan masalah
2.
Menentukan
kesimpulan sementara (hipotesis) yang bersifat kualitatif
3.
Merancang
metodologi penelitian
4.
Menguji hipotesis
yang telah dibuat melalui penelitian
5.
Menarik kesimpulan
dari hasil penelitian
6.
Menginformasikan
pengetahuan yang didapat kepada masyarakat.
Teknologi mempunyai banyak arti, diantaranya :
-
teknologi
merupakan penguasaan manusia terhadap perubahan dari alam.
-
Teknologi adalah
realisasi dari ide-ide manusia.
-
Teknologi dalam
makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan.
Teknologi dianggap
sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju
perubahan atau perwujudan sesuatu.
Secara umum, ada tiga macam teknologi yaitu :
1) Teknologi tradisional, ciri-cirinya
sebagai berikut.
a) Bersifat padat karya (menyerap banak
tenaga kerja)
b) Menggunakan keterampilan setempat.
c) Menggunakan alat setempat
d)
Menggunakan bahan
setempat
e)
Berdasarkan
kebiasaan atau pengamatan.
2) Teknologi Madya, ciri-cirinya sebagai
berikut :
a) Padat karya
b) Dapat dikerjakan oleh keterampilan
setempat.
c) Menggunakan alat setempat
d) Berdasarkan alat peneilitian
3) Teknologi modern, ciri-cirinya sebagai
berikut :
a) Padat modal
b) Mekanis elektris
c) Menggunakan bahan import
d) Berdasarkan penelitian mutakhir
Manusian memandang alam ligkungannya
bergantung pada bermacam-macam kebutuhan dan keinginan. Manusia bersaing dengan
spesies lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam hal ini, manusia memiliki
kemampuan lebih besar dibandingkan organisme lain, terutama dalam penggunaan
sumber daya alam. Kemampuan itu adalah penguasaan ilmu pengtahuan dan teknologi
(IPTEK). Manusia dalam kesehariannya tidak bbisa lepas dari IPTEK karena segala
sesuatu yang digunakan, seperti baju, perkakas rumah tangga, alat-alat keramik,
dan lain-lain adalah hasil dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian,
manusia lahir, hidup, dan dibesarkan bersinergi dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Perkembangan
teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi. Adanya perkembangan teknologi
menimbulkan cabang ilmu pengetahuan baru, antara lain teknologi modern,
teknologi hutan, teknologi gedung, teknologi transportasi, dll. Dengan adanya
ilmu pengetahuan baru itu, diperoleh banyak hasil, yaitu
- Penggunaan teknologi nuklir. Orang
dapat membuat reaktor nuklir dengan harapan dapat dimanfaatkan energinya.
Penggunaan energi ini untuk tujuan damai, yaitu untuk keperluan bidang
kesehatan, seperti rontgen, dibidang pertanian, seperti perbaikan bibit, dan
dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.
- Penggunaan teknologi pemeliharaan dan
pemanfaatan hutan untuk pembuatan kertas, industri kayu, hutan sebagai
penyimpan air, pariwisata, dan lain sebagainya.
- Pengguaan teknik modern untuk
mengendalikan air sungai sehingga memudahkan petani dalam memperoleh air dan
untuk pembangkit listrik.
Ditinjau dari pengelolaan lingkungan
hidup, teknologi dapat diartikan sebagai penerapan ilmu pengetahuan untuk
mengelola lingkungan agar lingkungan tersebut memiliki daya dukung untuk
menunjang kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia dan makhlik hidup
lainnya.
Tujuan pengelolaan lingkungan hidup
adalah sebagai berikut.
1.
Menjaga
keseimbangan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan.
2.
Mengendalikan
eksplorasi sumber daya alam dan memanfaatkan secara bijaksana.
3.
Menunjukan pribadi
yang sadar lingkungan.
Callahan dalam Zubair (1997) membedakan teknologi
kedalam lima tipe. Klasifikasi ini dimaksudkan untuk melihat potensi berbagai
teknologi dan memahami dampaknnya atas kehidupan manusia. Kelima teknologi itu
adalah :
1.
Teknologi
konservasi
Suatu teknologi
yang membantu kita menjaga kelestarian alam dan dengan mempertahankan
kelangsungan berbagai jenis makhluk hidup yang ada didalamnya.
2.
Teknologi
Perbaikan.
Suatu teknologi
yang memunagkinkan kita memenuhi kebutuhan melampaui kebutuhan atau melampaui
batas kemampuan alamiah
3.
Teknologi
implikasi
Suatu teknologi
yang bertujuan uttuk membantu dan implemantasi teknologi-teknologi lain,
seperti komputer
4.
Teknologi
destruktif
Suatu teknologi
yang dirancang dengan tujuan utama untuk menghancurkan, misalnya persenjataan.
5.
Teknlogi
kompensatoris
Suatu teknologi
yang digunakan untuk membantu menangani dampak teknologi lain atas kehidupan
manusia, seperti katalitik filter untuk menyaring asap kendaraan bermotor yang
berhbahan bakar solar.
2. Pengelolaan dan Penataan
Lingkungan Hidup dengan IPTEK
Melestarikan lingkungan hidup
merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi
tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab
setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan
usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan
kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat
besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu
kita kelak.
Upaya pemerintah untuk mewujudkan
kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan
lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan
yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.
Pembangunan berwawasan lingkungan
adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan
faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama
Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan
kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung
2 gagasan penting, yaitu :
a. Gagasan kebutuhan, khususnya
kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.
b. Gagasan keterbatasan, yaitu
keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang
maupun masa yang akan datang.
Adapun ciri-ciri Pembangunan
Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut:
a. Menjamin pemerataan dan keadilan.
b. Menghargai keanekaragaman hayati.
c. Menggunakan pendekatan
integratif.
d. Menggunakan pandangan jangka
panjang.
e. Pada masa reformasi sekarang ini,
pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi berdasarkan GBHN dan Propenas,
tetapi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2000, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional (SPPN).
Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional mempunyai tujuan di antaranya :
a. Menjamin tercapainya penggunaan
sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
b. Mengoptimalkan partisipasi
masyarakat.
c. Menjamin keterkaitan dan
konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan yang
dilakukan Pemerintah
Pemerintah sebagai penanggung
jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya memiliki tanggung jawab besar dalam
upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup.
Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain :
a. Mengeluarkan UU Pokok Agraria No.
5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah.
b. Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982,
tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
c. Memberlakukan Peraturan
Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak
Lingkungan).
d. Pada tahun 1991, pemerintah
membentuk Badan Pengendalian Lingkungan, dengan tujuan pokoknya :
1) Menanggulangi kasus pencemaran.
2) Mengawasi bahan berbahaya dan
beracun (B3).
3)
Melakukan
penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
e.
Pemerintah
mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon.
Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus
memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di
sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Beberapa upaya yang dapat dilakuklan masyarakat
berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain :
a.
Pelestarian
tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)
Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir
menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. Banjir telah
menyebabkan pengikisan lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yang
berdampak pada hilangnya kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari
permukaan bumi. Tanah longsor disebabkan karena tak ada lagi unsur yang menahan
lapisan tanah pada tempatnya sehingga menimbulkan kerusakan. Jika hal tersebut
dibiarkan terus berlangsung, maka bukan mustahil jika lingkungan berubah
menjadi padang tandus. Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara
menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap
tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi
tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu
menghambat laju aliran air hujan.
b. Pelestarian udara
Udara merupakan unsur vital bagi
kehidupan, karena setiap organisme bernapas memerlukan udara. Kalian mengetahui
bahwa dalam udara terkandung beranekaragam gas, salah satunya oksigen. Udara
yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen
berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap
organisme. Maka perlu diupayakan kiat-kiat untuk menjaga kesegaran udara
lingkungan agar tetap bersih, segar, dan sehat. Upaya yang dapat dilakukan
untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain :
1) Menggalakkan penanaman pohon atau
pun tanaman hias di sekitar kita. Tanaman dapat menyerap gas-gas yang
membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses
fotosintesis. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi
oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan
uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.
2) Mengupayakan pengurangan emisi
atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran
mesin Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan
penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Salah
satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan
bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong
asap pabrik.
3) Mengurangi atau bahkan
menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer Gas
freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan
di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon,
sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di
atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan
kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar
ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan
meningkatnya suhu udara. Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin
menipisnya lapisan ozon di atmosfer.
c. Pelestarian hutan
Eksploitasi hutan yang terus
menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman
kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Pembalakan liar yang
dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan
hutan. Padahal hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab
hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, melainkan
juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air.
Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan :
1) Reboisasi atau penanaman kembali
hutan yang gundul.
2)
Melarang
pembabatan hutan secara sewenang-wenang.
3)
Menerapkan
sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
4) Menerapkan sistem tebang–tanam
dalam kegiatan penebangan hutan.
5) Menerapkan sanksi yang berat bagi
mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.
d. Pelestarian laut dan pantai
Seperti halnya hutan, laut juga
sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak
disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut,
pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam
kelestarian laut dan pantai. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian
pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan
pelindung alami terhadap gempuran ombak.
Adapun upaya untuk melestarikan
laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara :
1) Melakukan reklamasi pantai dengan
menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
2) Melarang pengambilan batu karang
yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan
habitat ikan dan tanaman laut.
3) Melarang pemakaian bahan peledak
dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
4)
Melarang
pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.
5) Pelestarian flora dan fauna
Kehidupan di bumi merupakan
sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya.
Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan
gangguan dalam kehidupan.
Oleh karena itu, kelestarian
flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup
manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna
di antaranya adalah:
1) Mendirikan cagar alam dan suaka
margasatwa
2) Melarang kegiatan perburuan liar
3) Menggalakkan kegiatan penghijauan
3.
Pemanfaatan IPTEK dalam pengelolaan
lingkungan hidup
IPTEK sangat
berguna bagi keidupan dan lingkungan sekitar. Pemanfaatan IPTEK juga tidak
mudah dilakukan. Oleh sebab itu perl memperkenalkan IPTEK sejak dini.
Lingkungan
hidup sebagai tempat manusia hidup juga tidak luput dari sentuhan teknologi.
Kehidupan IPTEK tentunya mempunyai peranan besar terhadap lingkungan hidup di
sekitar kita misalnya sebagai berikut :
1.
Mengatasi permasalahan kerusakan
lingkungan.
2.
Member kemudahan manusia dalam
mengerjakan permasalahan yang terjadi
3.
Menentukan jenis IPTEK yang
sesuai dalam mengatasi kasus-kasus lingkungan hidup.
Perkembangan teknologi dan lingkungan hidup tentu sngat
erat kaitannya. Dalam merencanakan penggunaan IPTEK tentunya teknologi harus
memenuhi syarat sebagai berikut :
1)
Layak secara
teknis
2)
Dapat
dipertanggung jawabkan secara ekonomisn
3)
Serasi secara
sosial
4)
Sehat secara
ekologis
Manusia dapat disebut sebagai objek teknologi, karena
teknologi diciptakan manusia untuk membantu meringankan segala aktivitas
kehidupannya demi kesejahteraan manusia itu sendiri dan karena manusia sebagai
pengguna hasil teknologi tersebut. Manusia juga sebagai subjek teknologi,
karena manusia sendirilah yang menciptakan teknologi teresebut. Manusia lebih
mengetahui baik buruknya penggunaan teknologi, maka perlu pengontrolan dari
individu masing-masing.
Pemanasan global yang berdampak terhadap lingkungan, dan
mengakibatkan juga perubahan iklim, ternyata memberikan dampak yang serius pada
kehidupan sosial dan budaya dan masyarakat miskin. Ini terjadi karena golongan
masyarakat miskin tidak mempunyai kemampuan finansial untuk melakukan tindakan
adaptasi.
Misalnya akibat pemutihan terumbu karang, nelayan harus
berlayar ketengah lautan untuk menangkap ikan. Dan juga petani, yang akan
kesulitan menanam tanaman dengan berubahnya iklim dan kondisi cuaca yang sulit
diprediksi.
Jika Indonesia tidak bertindak melakukan hal yang konkrit
untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, akan terjadi hal – hal berikut :
1) Kenaikan permukaan air laut 1m.
2) Rusaknya infrastruktur daerah tepi
pantai sehingga Indonesia akan kehilangan sekitar 1000km jalan dan 5 pelabuhan
lautannya.
3) Akan terjadi krisis air diperkotaan
khususnya Jakarta.
4) Meningkatnya frekuensi penyakit yang
ditularkan oleh nyamuk, seperti malaria dan demam berdarah.
5) Menurunya produktivitas pertanian akibat
perubahan dan pola hujan yang tak tentu.
6)
Sejumlah
keanekaragaman hayati terancam punah akibat peningkatan suhu bumi rata-rata
sebesar 1°C.
4. Perilaku yang Harus Diubah dalam Mengelola Lingkungan
Hidup Menggunakan IPTEK
Tidak hanya peranan iptek saja yang dapat membuat
lingkungan menjadi sangat ramah pada manusianya, hal yang paling mendasar agar
lingkungan kita tetap terjaga dari polusi dan segala isu yang berkembang, maka
setiap orang bahkan sampai pemerintahan harus menyadari betul dan tergugah
untuk mengurangi penyebab kerusakan dan pencemaran lingkungan. Beberapa langkah
antisipasi untuk mengontrol perilaku dan pemakaian barang berhubungan dengan
teknologi yaitu :
a.
Menghemat
penggunaan air
Pemakaian air yang terlalu banyak dan
boros akan mempercepat habisnya ketersediaan air tanah. Ada beberapa cara
untuk menghemat air, yaitu :
1)
Mencuci peralatan
dapur jangan di air mengalir.
2) Cuci sayuran, ayam atau daging secara
terpisah di tempat yang sudah berisikan air bukan di air mengalir.
3) Berkumur dan menyikat gigi dengan
menggunakan gelas dan gayung yang berisi air dan tidak di air yang mengalir.
4) Pergunakannlah shower pada saat mandi
b.
Hemat
listrik
Gas
rumah kaca didominasi oleh CO2 dan CO2 dihasilkan oleh pembangkit listrik
berbahan bakar fosil, dengan demikian secara tidak langsung akan mengurangi
kadar CO2 di atmosfer. Oleh karena itu kita wajib memperhatikan hal-hal yang
berikut :
1) Perhatikan instalasi listrik di rumah.
2) Sesuaikan pemakaian daya dengan
kebutuhan.
3) Perhatikan penggunaan alat-alat
elektronik sesuai pemakaian.
DAFTAR PUSTAKA
http://khalissofi.blogspot.com/2014/11/pemanfaatan-iptek-dalam-pengelolaan.html
http://pongkyprameswari.blogspot.com/2015/07/pemanfaatan-iptek-dalam-