Kamis, 02 Mei 2019


IPTEK DALAM LINGKUNGAN HIDUP

1.      Pengertian Lingkungan Hidup dan IPTEK
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Ilmu adalah suatu pemahaman tentang suatu pengetahuan, yang memiliki fungsi untuk mencari, menyelidiki, dan menyelesaikan suatu hipotesis. Ilmu juga merupakan suatu pengetahuan yang teleh teruji kebenarannya. misalnya, pengetauan tentang sikap dan prilaku manusia sebagai mahluk sosial, kemudian pengetahuan itu di selidiki oleh para ahli menggunakan metode-metode tertentu, dan ternyata pengetahuan tersebut memang benar bahwa manusai itu mahluk sosial, maka dari itu pengetahuan tersebut dikatakan sebagai ilmu yaitu ilmu sosial.
Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui atau disadari seseorang yang didapat dari pengalamannya. pengetahuan tidak bisa dikatakan sebagai sebuah ilmu karena kebenarannya belum teruji. Pengetahuan muncur dikarenakan seseorang menemukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilihatnya.
Teknologi merupakan suatu penemuan melalui proses metode ilmiah untuk mencapai tujuan yang maksimal. teknologi juga dapat diartikan sebagai sarana manusia untuk menyediakan kebutuhan. Teknologi adalah penggunaan pengetahuan ilmiah untuk meningkatkan cara untuk melakukan sesuatu. cara di mana kualitas hidup manusia ditingkatkan dengan pengenalan produk baru yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan, masyarakat, dan lingkungan. Misalnya dengan menggunakan pengetahuan ilmiah untuk menciptakan mesin atau perangkat untuk membuat hal-hal agar suatu pekerjaan mudah untuk dilakukan.
Teknologi dalam perkembangannya terdiri atas teknologi transportasi, komunikasi, dan produksi. Teknologi transportasi terdiri atas transportasi darat, air, dan udara. Ketiga jenis transportasi tersebut mengalami perkembangan mulai dari trasportasi yang menggunakan tenaga manusia hingga sekarang menggunakan tenaga mesin. Teknologi produksiyang digunakan oleh manusia dalam memanfaatkan sumber daya alam sudah mengalami perkembangan mulai dari teknologi produksi makanan, pakaian, bahan bangunan, dan lainnya. Sedangkan pada teknologi komunikasi mengalami perkembangan yang pesat sekali terdiri atas handphone, laptop, komputer, internet, televisi, dan kamera digital.
Lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang berada di sekitar kita, yang memberi tempat dan bahan-bahan untuk kehidupan. Segala sesuatu itu disebut komponen lingkungan, ada yang bersifat abiotik, ada pulayang biotik termasuk manusia dengan segala perilakunya. Di lingkungan sekitar kita, banyak sekali terdapat unit-unit yang merupakan tata kesatuan yang saling terkait antara komponen satu dengan yang lain. Kesatuan itu dikenal dengan istilah “ekosistem”. Keterkaitan atau interaksi tersebut terjadi antara makhluk-makhluk hidup iu sendiri maupun dengan lingkungannya.
Kemajuan teknologi telah mendorong manusia untuk mengubah alam dan membuat hal-hal baru. Melalui teknologi sesuatu yg dulu tidak mungkin kita lakukan sekarang menjadi mungkin untuk dilakukan, sesuatu yang susah dikerjakan menjadi mudah dikerjakan. Telah banyak dampak lingkungan yang muncul akibat teknologi,. Teknologi dianggap mengekploitasi lingkungan. Namun teknologi juga dikembangkan manusia untuk mengelola lingkungan guna untuk pelestarian alam, diantaranya diwujudkan dalam :
1.      Limbah ternak untuk pupuk (kompos). Sampah dimanfaatkan menjadi gas bio yang berguna untuk keperluan memasak, penerangan, dan tenaga gerak.
2.      Dengan detoksifikasi surya yaitu sistim pengolahan air yang terkontaminasi dengan memanfaatkan panas matahari/ultraviolet sehingga menghasilkan air yang bersih.
3.      Dalam bidang komunikasi (radio,TV, telephone, handphone, internet) sehingga penggunaan waktu lebih efisien dan cepat mendapatkan informasi.
4.      Dapat mendatangkan kemudahan hidup dengan adanya kalkulator, alat rumah tangga elektrolik, pesawat terbang, kereta api, dan sebagainya.
5.      Pada bidang pertanian (traktor, alat pemotong padi, pupuk buatan) menjadi lebih efektif dan efisien dan meningkatkan produktivitas pertanian dengan teknik mutasi buatan dapat menghasilkan buah buahan yang besar tidak berbiji (contoh buah semangka tanpa biji).
Dengan demikian, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah suatu ilmu yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia.

2.   Jenis-jenis IPTEK Menurut Bidangnya
a.    Iptek Bidang Energi
Tidak bisa disanggah lagi kalau diera kini, segala aktivitas yang dilakukan masyarakat modern sangat ketergantungan kepada ketersediaan energy. Hampir disemua sector kegiatan, energy menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa ditawar lagi. Oleh karena itu penggunaan iptek akan sangat terkait dengan kecukupan ketersediaan bidang energy.
b.    Iptek Bidang Sumber Daya Alam
Teknologi yang dikembangkan untuk menjaga sumber daya alam yang terdapat di lingkung sekitar kita agar terkelola dengan baik serta menjaga kualitan dan kuantitasnya sampai jangka waktu yang panjang.
c.    Iptek Bidang Industri
Teknologi yang dijalankan dengan proses produksi, yang mana industry wajib menerapkan produksi bersih untuk memanimalisasi dan mengendalikan limbah yang terbentuk. Dapat dilakukan dua cara mengendalikan bahan baku dan hasil produksi dengan mengurangi jumlah bahan berbahaya dan beracun; mengendalikan proses produksi seefesien mungkin, baik dalam pemakaian energy ataupun bahan baku yang berdampak pada biaya operasional dan kualitan produk.
d.   Iptek Bidang Pertanian
Penggunaan teknologi dalam pertanian adalah berkaitan dengan pemuliaan, bioteknologi, budidaya organic, pengolahan industry hilir, penanganan dan pemanfaatan limbah, tataguna air dan teknologi informatika untuk pemasaran.
e.    Iptek Bidang Kesehatan
Iptek yang mencakup usaha peningkatan pelayanan kesehatan, bidang farmasi, dan keluarga berencana. Salah satunya memanfaatkan iptek nuklir dalam bidang kesehatan.
3.   Perkembangan IPTEK saat ini
Perkembangan IPTEK di era sekarang ini sangat pesat, apapun itu pasti dihubungkan dengan teknologi, dimulai dari kita bangun tidur karena mendengar suara adzan dari masjid sana, suara itu keras hingga terdengar oleh orang sekitar berkat adanya teknologi, kita mandi menggunakan kran air, itu teknlogi, kita sarapan nasi hangat dari sebuah alat canggih yang bernama magic com, itu teknologi, kita berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor atau mobil, itu teknologi, kita berkomunikasi dengan orang yang jauh di sana menggunakan handphone, internet, televisi, atau semacamnya, itu pun berkat adanya teknologi.
4.  Dampak Positif dan Negatif yang Ditimbulkan dengan Adanya IPTEK
Dampak positif dan dampak negative dari perkembanganteknologi dilihat dari berbagai bidang :
a.    Bidang informasi dan komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positifnya antara lain :
1)     Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet
2)    Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone, dll.
b.    Bidang ekonomi dan industri
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain :
1)     Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
2)    Terjadinya industrialisasi
3)     Produktifitas dunia industri semakin meningkat
c.    Bidang sosial dan budaya
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat :
1)     Meningkatnya rasa percaya diriKemajuan ekonomi di negara-negara. Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan  semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
2)    Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatip pada aspek budaya :
1)     Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani, dll.
d.   Bidang pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara lain :
1)     Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
2)    Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.

 IPTEK DAN LINGKUNGAN HIDUP
1.   Hubungan antara Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan IPTEK
Berdasarkan UU No. 23 tahun 1997, pengelolaan lingkungan hidup diartikan sebagai upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatab, pengembangan pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup.
Untuk memahami lingkungan hidup dan permasalahannya, dibutuhkan ilmu pengetahan (sains) dan teknologi. Sains berasal dari bahasa Latin yang berarti “mengetahui”, namun tidak hanya diartikan sekadar “mengetahui”, tetapi pengetahuan ini diatur dengan cara metodis, logis, dan sistematis.
  Metodis             : Pengetahuan diperoleh dengan menggunakan cara kerja yang terperinci dan telah ditentukan sebelumnya.
 Logis                   : Artinya, proposisi-proposisi (pernyataan) yang satu dengan yang lainnya mempunyai hubungan rasional sehingga dapat ditarik keputusan yang rasional pula.
Sistematis          : Pengetahuan tersebut merupakan satu kesatuan yang mandiri dari hal-hal yang saling berhubungan sehingga dapat dipertanggungjawabkan.
Suatu ilmu pengetahuan diperoleh melalui langkah-langkah sistematis sebagai berikut :
1.    Perumusan masalah
2.    Menentukan kesimpulan sementara (hipotesis) yang bersifat kualitatif
3.    Merancang metodologi penelitian
4.    Menguji hipotesis yang telah dibuat melalui penelitian
5.    Menarik kesimpulan dari hasil penelitian
6.    Menginformasikan pengetahuan yang didapat kepada masyarakat.
Teknologi mempunyai banyak arti, diantaranya :
-       teknologi merupakan penguasaan manusia terhadap perubahan dari alam.
-       Teknologi adalah realisasi dari ide-ide manusia.
-       Teknologi dalam makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan.
Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju perubahan atau perwujudan sesuatu.
Secara umum, ada tiga macam teknologi yaitu :

1)     Teknologi tradisional, ciri-cirinya sebagai berikut.
a)    Bersifat padat karya (menyerap banak tenaga kerja)
b)    Menggunakan keterampilan setempat.
c)    Menggunakan alat setempat
d)    Menggunakan bahan setempat
e)    Berdasarkan kebiasaan atau pengamatan.

2)    Teknologi Madya, ciri-cirinya sebagai berikut :
a)    Padat karya
b)    Dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat.
c)    Menggunakan alat setempat
d)    Berdasarkan alat peneilitian

3)     Teknologi modern, ciri-cirinya sebagai berikut :
a)    Padat modal
b)    Mekanis elektris
c)    Menggunakan bahan import
d)    Berdasarkan penelitian mutakhir
Manusian memandang alam ligkungannya bergantung pada bermacam-macam kebutuhan dan keinginan. Manusia bersaing dengan spesies lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam hal ini, manusia memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan organisme lain, terutama dalam penggunaan sumber daya alam. Kemampuan itu adalah penguasaan ilmu pengtahuan dan teknologi (IPTEK). Manusia dalam kesehariannya tidak bbisa lepas dari IPTEK karena segala sesuatu yang digunakan, seperti baju, perkakas rumah tangga, alat-alat keramik, dan lain-lain adalah hasil dari pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, manusia lahir, hidup, dan dibesarkan bersinergi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Perkembangan teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi. Adanya perkembangan teknologi menimbulkan cabang ilmu pengetahuan baru, antara lain teknologi modern, teknologi hutan, teknologi gedung, teknologi transportasi, dll. Dengan adanya ilmu pengetahuan baru itu, diperoleh banyak hasil, yaitu
-       Penggunaan teknologi nuklir. Orang dapat membuat reaktor nuklir dengan harapan dapat dimanfaatkan energinya. Penggunaan energi ini untuk tujuan damai, yaitu untuk keperluan bidang kesehatan, seperti rontgen, dibidang pertanian, seperti perbaikan bibit, dan dimanfaatkan untuk pembangkit listrik.
-       Penggunaan teknologi pemeliharaan dan pemanfaatan hutan untuk pembuatan kertas, industri kayu, hutan sebagai penyimpan air, pariwisata, dan lain sebagainya.
-       Pengguaan teknik modern untuk mengendalikan air sungai sehingga memudahkan petani dalam memperoleh air dan untuk pembangkit listrik.
Ditinjau dari pengelolaan lingkungan hidup, teknologi dapat diartikan sebagai penerapan ilmu pengetahuan untuk mengelola lingkungan agar lingkungan tersebut memiliki daya dukung untuk menunjang kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia dan makhlik hidup lainnya.

Tujuan pengelolaan lingkungan hidup adalah sebagai berikut.
1.    Menjaga keseimbangan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan.
2.    Mengendalikan eksplorasi sumber daya alam dan memanfaatkan secara bijaksana.
3.    Menunjukan pribadi yang sadar lingkungan.
Callahan dalam Zubair (1997) membedakan teknologi kedalam lima tipe. Klasifikasi ini dimaksudkan untuk melihat potensi berbagai teknologi dan memahami dampaknnya atas kehidupan manusia. Kelima teknologi itu adalah :
1.    Teknologi konservasi
Suatu teknologi yang membantu kita menjaga kelestarian alam dan dengan mempertahankan kelangsungan berbagai jenis makhluk hidup yang ada didalamnya.
2.    Teknologi Perbaikan.
Suatu teknologi yang memunagkinkan kita memenuhi kebutuhan melampaui kebutuhan atau melampaui batas kemampuan alamiah
3.    Teknologi implikasi
Suatu teknologi yang bertujuan uttuk membantu dan implemantasi teknologi-teknologi lain, seperti komputer
4.    Teknologi destruktif
Suatu teknologi yang dirancang dengan tujuan utama untuk menghancurkan, misalnya persenjataan.
5.    Teknlogi kompensatoris
Suatu teknologi yang digunakan untuk membantu menangani dampak teknologi lain atas kehidupan manusia, seperti katalitik filter untuk menyaring asap kendaraan bermotor yang berhbahan bakar solar.

2.   Pengelolaan dan Penataan Lingkungan Hidup dengan IPTEK
Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.
Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.
Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu :
a.    Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.
b.    Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.
Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut:
a.    Menjamin pemerataan dan keadilan.
b.    Menghargai keanekaragaman hayati.
c.    Menggunakan pendekatan integratif.
d.   Menggunakan pandangan jangka panjang.
e.    Pada masa reformasi sekarang ini, pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi berdasarkan GBHN dan Propenas, tetapi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2000, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mempunyai tujuan di antaranya :
a.    Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
b.    Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.
c.    Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan yang dilakukan Pemerintah
Pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup. Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain :
a.    Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah.
b.    Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.
c.    Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan).
d.   Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan, dengan tujuan pokoknya :
1)     Menanggulangi kasus pencemaran.
2)    Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3).
3)     Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).
e.    Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon.
Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Beberapa upaya yang dapat dilakuklan masyarakat berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain :
a.    Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)
Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. Banjir telah menyebabkan pengikisan lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yang berdampak pada hilangnya kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi. Tanah longsor disebabkan karena tak ada lagi unsur yang menahan lapisan tanah pada tempatnya sehingga menimbulkan kerusakan. Jika hal tersebut dibiarkan terus berlangsung, maka bukan mustahil jika lingkungan berubah menjadi padang tandus. Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.
b.    Pelestarian udara
Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organisme bernapas memerlukan udara. Kalian mengetahui bahwa dalam udara terkandung beranekaragam gas, salah satunya oksigen. Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap organisme. Maka perlu diupayakan kiat-kiat untuk menjaga kesegaran udara lingkungan agar tetap bersih, segar, dan sehat. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain :
1)     Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita. Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.
2)    Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.
3)     Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara. Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.
c.  Pelestarian hutan
Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, melainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air.
Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan :
1)     Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.
2)    Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.
3)     Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
4)     Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan.
5)     Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.
d.   Pelestarian laut dan pantai
Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak.
Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara :
1)     Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
2)    Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.
3)     Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
4)     Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.
5)     Pelestarian flora dan fauna
Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.
Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:
1)     Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa
2)    Melarang kegiatan perburuan liar
3)     Menggalakkan kegiatan penghijauan

3.   Pemanfaatan IPTEK dalam pengelolaan lingkungan hidup
IPTEK sangat berguna bagi keidupan dan lingkungan sekitar. Pemanfaatan IPTEK juga tidak mudah dilakukan. Oleh sebab itu perl memperkenalkan IPTEK sejak dini.
Lingkungan hidup sebagai tempat manusia hidup juga tidak luput dari sentuhan teknologi. Kehidupan IPTEK tentunya mempunyai peranan besar terhadap lingkungan hidup di sekitar kita misalnya sebagai berikut :
1.       Mengatasi permasalahan kerusakan lingkungan.
2.       Member kemudahan manusia dalam mengerjakan permasalahan yang terjadi
3.        Menentukan jenis IPTEK yang sesuai dalam mengatasi kasus-kasus lingkungan hidup.
Perkembangan teknologi dan lingkungan hidup tentu sngat erat kaitannya. Dalam merencanakan penggunaan IPTEK tentunya teknologi harus memenuhi syarat sebagai berikut :
1)     Layak secara teknis
2)    Dapat dipertanggung jawabkan secara ekonomisn
3)     Serasi secara sosial
4)     Sehat secara ekologis
Manusia dapat disebut sebagai objek teknologi, karena teknologi diciptakan manusia untuk membantu meringankan segala aktivitas kehidupannya demi kesejahteraan manusia itu sendiri dan karena manusia sebagai pengguna hasil teknologi tersebut. Manusia juga sebagai subjek teknologi, karena manusia sendirilah yang menciptakan teknologi teresebut. Manusia lebih mengetahui baik buruknya penggunaan teknologi, maka perlu pengontrolan dari individu masing-masing.
Pemanasan global yang berdampak terhadap lingkungan, dan mengakibatkan juga perubahan iklim, ternyata memberikan dampak yang serius pada kehidupan sosial dan budaya dan masyarakat miskin. Ini terjadi karena golongan masyarakat miskin tidak mempunyai kemampuan finansial untuk melakukan tindakan adaptasi.
Misalnya akibat pemutihan terumbu karang, nelayan harus berlayar ketengah lautan untuk menangkap ikan. Dan juga petani, yang akan kesulitan menanam tanaman dengan berubahnya iklim dan kondisi cuaca yang sulit diprediksi.
Jika Indonesia tidak bertindak melakukan hal yang konkrit untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, akan terjadi hal – hal berikut :
1)     Kenaikan permukaan air laut 1m.
2)    Rusaknya infrastruktur daerah tepi pantai sehingga Indonesia akan kehilangan sekitar 1000km jalan dan 5 pelabuhan lautannya.
3)     Akan terjadi krisis air diperkotaan khususnya Jakarta.
4)     Meningkatnya frekuensi penyakit yang ditularkan oleh nyamuk, seperti malaria dan demam berdarah.
5)     Menurunya produktivitas pertanian akibat perubahan dan pola hujan yang tak tentu.
6)     Sejumlah keanekaragaman hayati terancam punah akibat peningkatan suhu bumi rata-rata sebesar 1°C.

4.   Perilaku yang Harus Diubah dalam Mengelola Lingkungan Hidup Menggunakan IPTEK
Tidak hanya peranan iptek saja yang dapat membuat lingkungan menjadi sangat ramah pada manusianya, hal yang paling mendasar agar lingkungan kita tetap terjaga dari polusi dan segala isu yang berkembang, maka setiap orang bahkan sampai pemerintahan harus menyadari betul dan tergugah untuk mengurangi penyebab kerusakan dan pencemaran lingkungan. Beberapa langkah antisipasi untuk mengontrol perilaku dan pemakaian barang berhubungan dengan teknologi yaitu :
a.    Menghemat penggunaan air
Pemakaian air yang terlalu banyak dan boros akan mempercepat habisnya ketersediaan air tanah. Ada beberapa cara untuk menghemat air, yaitu :
1)     Mencuci peralatan dapur jangan di air mengalir.
2)    Cuci sayuran, ayam atau daging secara terpisah di tempat yang sudah berisikan air bukan di air mengalir.
3)     Berkumur dan menyikat gigi dengan menggunakan gelas dan gayung yang berisi air dan tidak di air yang mengalir.
4)     Pergunakannlah shower pada saat mandi
b.    Hemat listrik
Gas rumah kaca didominasi oleh CO2 dan CO2 dihasilkan oleh pembangkit listrik berbahan bakar fosil, dengan demikian secara tidak langsung akan mengurangi kadar CO2 di atmosfer. Oleh karena itu kita wajib memperhatikan hal-hal yang berikut :
1)     Perhatikan instalasi listrik di rumah.
2)    Sesuaikan pemakaian daya dengan kebutuhan.
3)     Perhatikan penggunaan alat-alat elektronik sesuai pemakaian.

DAFTAR PUSTAKA

http://khalissofi.blogspot.com/2014/11/pemanfaatan-iptek-dalam-pengelolaan.html
http://pongkyprameswari.blogspot.com/2015/07/pemanfaatan-iptek-dalam-


IPTEK DALAM LINGKUNGAN HIDUP 1.       Pengertian Lingkungan Hidup dan IPTEK Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua be...